EVERLASTING RAMADHAN

Oleh: Am Nasrulloh

Ini adalah nama yang dipilih sebagai representasi tujuan rangkaian program Ramadhan di Softskills Academy. Namanya kemungkinan biasa, namun maknanya yang harus diperdalam secara luar biasa.

Everlasting adalah doa dan rencana, agar Ramadhan ini bisa abadi. Bukan waktunya karena akan berlalu, namun dampaknya yang terus bisa melaju. Inilah yang akan memastikan ibadah kita mabrur dan terus menghasilkan kebaikan.

Maka pada 10 hari terakhir Ramadhan ini, mari kita latihkan 4 strategi untuk mengabadikan (everlasting) Ramadhan:

1. Abadikan Tujuan

Hal pertama adalah pastikan tujuan dari Ramadhan bisa terus didapatkan. Jika Taqwa yang menjadi tujuan, maka pelajari dan pastikan ciri orang bertaqwa kita miliki dan akan dijaga sepanjang masa. Maka apakah empati dan kebaikan kita bisa bertahan setelah Ramadhan? Cirinya tak ada rencana dalam hati untuk menghentikan kebaikan itu selepas Ramadhan.

Ga perlu ada dialog “jangan gitu, ini kan Ramadhan” atau “nanti ghibahnya di bulan Syawwal aja” atau “Ayo berbagi, mumpung Ramadhan”. 

InsyAllah kebaikan Ramadhan ini hanya awal latihan, bukan akhir dari perlombaan.

2. Abadikan Temuan

Langkah kedua adalah jaga temuan makna dan hikmah selama Ramadhan. Ingat dan pertahankan jiwa yang lebih peka karena puasa. Ingat dan pertahankan rasa senang saat membahagiakan sesama. Dan pastikan sampai kapanpun kita menjadi pribadi yang menyukai amal kebaikan, selayaknya ramainya amal soleh selama Ramadhan.

3. Abadikan Teman

Yang ketiga, pastikan kita bisa mengabadikan teman berjuang selama Ramadhan. Ketika ada partner beramal pada bulan ini, maka ajak dia menjadi partner berjuang diluar Ramadhan. Karena dengan mengabadikan teman kebaikan, bisa mengabadikan perjuangan.

4. Abadikan amal soleh

Terakhir, mari kita jaga amal soleh selama Ramadhan, sekaligus meningkatkan jelang akhir Ramadhan.

Semoga kita bisa mendapatkan husnul khatimah kehidupan dengan menepati ikhtiar amal menuju “Everlasting” Ramadhan.

Mari berusaha bersama di Final Sprint 10 hari terakhir…

—–

Semoga Allah mengampuni seluruh khilaf kita dan memantaskan kita mendapatkan Lailatul Qadar.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top