Author: Helin

MEMANASKAN MESIN IMAN

Oleh: Am Nasrulloh Iman adalah “mesin” utama dalam beribadah, sehingga persiapannya harus lebih mendalam daripada sekadar fisik. Terlebih Iman itu fluktuatif, bisa naik dan turun sehingga kita perlu melakukan sinkronisasi ulang sebelum beribadah, termasuk sebelum memasuki Ramadhan. Manajemen Iman menyambut Ramadhan adalah keniscayaan. Salah satunya meng-kurasi Iman dengan menata orientasi menuju ramadhan. 1. Ilmu Sebelum […]

Ikhtiar mengejar asa

Oleh: HGY Ihktiar dan asa adalah paket kompas dan flashlight  yang memandu langkah saat jalan terlihat gelap. Bukan hanya  sekadar angan-angan kosong, melainkan bahan bakar yang membuat  terus bergerak meski kaki terasa berat melangkah. Setiap dari kita pasti memiliki asa, besar atau kecil, sederhana atau rumit, mimpi atau realistis, yang menjadi alasan untuk semangat setiap hari dan […]

JEBAKAN NORMALISASI

Oleh: Am Nasrulloh Fenomena normalisasi sesuai dengan konsep sosiologi yang disebut Normalization of Deviance (Normalisasi Penyimpangan) yang dipopulerkan oleh Diane Vaughan. Ia menemukan bahwa dalam sistem yang kompleks, orang-orang mulai menerima risiko atau kesalahan kecil sebagai hal yang “biasa” karena selama ini tidak terjadi hal buruk. Semakin lama, standar sosial atau standar moral diturunkan sedikit […]

Titipan Rezeki

Oleh: HGY Rezeki bukan hanya harta berlimpah ruah. Serasa milik sendiri dan merasa permanen tak lekang oleh waktu. Sehat lahir batin dan ketenangan jiwa raga  merupakan rezeki yang sang penguasa semesta titipkan. Ketika memandang rezeki sebagai titipan, maka sikap serakah, eksploitasi berlebihan, immortal dan pengabaian terhadap makhluk lain mengingatkan bahwa semua hanya sesuatu yang hanya […]

Menjadi Perempuan di Tengah Standar yang Bertabrakan

Oleh: Lisa Kustina Menjadi perempuan sering kali terasa seperti berjalan di lorong sempit tanpa pintu keluar. Apa pun pilihan yang diambil, selalu ada penilaian, kritik, bahkan penghakiman. Ketika seorang perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga, ia kerap dicap tidak berprestasi, tidak mandiri, atau sekadar “di rumah saja”. Namun, saat ia mengejar pendidikan, karier, atau prestasi […]

Agama yang Seharusnya Menenangkan, Bukan Menakutkan

Oleh: Lisa Kustina Di ruang publik, kesalehan sering dimaknai sebagai tanda kemuliaan akhlak. Rajin beribadah, fasih mengutip ayat dan hadis, serta tegas berbicara tentang hukum agama kerap dianggap cukup untuk menjamin kebaikan seseorang, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa kesalehan yang tampak di luar tidak selalu berbanding lurus dengan keadilan dan […]

Ketika Poligami Menjadi Alat, Bukan Amanah

Oleh: Lisa Kustina Dalam beberapa waktu terakhir, perbincangan tentang poligami kembali mengemuka di ruang publik. Sebuah kasus yang viral memperlihatkan bahwa poligami tidak lagi dipersoalkan semata dari sisi hukum agama, tetapi juga dari segi etika, keadilan, dan relasi dalam keluarga. Beragam reaksi masyarakat menunjukkan bahwa isu ini bukan hanya urusan privat, melainkan persoalan sosial yang […]

BERHALA CITA-CITA

Oleh: AM. Nasrulloh Cita-cita atau harapan adalah ciri sejati kita masih diberi kesempatan menjalani kehidupan. Bisa menjadi arah, bahkan energi untuk berjuang. Namun, apakah cita-cita kita esensial dan hakiki? Itulah pertaruhan bagaimana hidup akan menemui tujuannya. Sehingga waspada jika masih ada berhala atas cita-cita. Saat tak menuju Allah, atau justru menuju selainNya. Karena Allah telah […]

Ketika Relasi Kehilangan Ruang Aman bagi Perempuan

Oleh: Lisa Kustina Tidak semua luka dalam rumah tangga meninggalkan bekas yang terlihat. Ada luka yang tidak memar dan  tidak berdarah, tetapi perlahan menggerogoti kepercayaan diri, kewarasan dan rasa aman seseorang. Luka itu kerap dialami perempuan yang hidup bersama pasangan dengan pola perilaku manipulatif, haus validasi dan selalu merasa benar tanpa pernah mau mengakui kesalahan. […]

EMPATI KEMANUSIAAN

  Oleh: AM. Nasrulloh Suatu hari seorang guru tiba-tiba menghukum salah satu siswanya didalam kelas  menyuruh berdiri dengan satu kaki diangkat selama 5 menit. Teman-temannya merasa kaget namun hanya diam menatap dengan iba. Sang guru kemudian bertanya kepada semua siswa. “Apa yang kalian lihat saat ini?” Semua diam.  Lalu guru pun bertanya lagi “apakah ini […]

Back To Top