IMSAK dan PENGENDALIAN

Oleh: Am. Nasrulloh

Ramadhan adalah madrasah atau sekolah kehidupan. Pelajaran utamanya? Menahan diri (Imsak).

Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah latihan sistematis untuk mengendalikan hidup secara keseluruhan. Dengan “menahan diri” selama bulan suci ini, maka :

1. Mengendalikan Nafsu Keinginan

Secara psikologis, manusia sering kali menjadi budak dari keinginannya sendiri. Dengan berpuasa, kita belajar bahwa kita adalah tuan atas diri kita, bukan sebaliknya.

 * Self-Control: Jika kita mampu menahan hal yang halal (makan dan minum) demi perintah Allah, maka kita akan jauh lebih kuat untuk menahan hal yang haram.

 * Disiplin Emosi: Menahan diri dari dosa, amarah, ghibah, dan perbuatan sia-sia akan melatih kecerdasan emosional kita.

2. Menajamkan Solidaritas (Empati)

Rasa lapar yang kita rasakan adalah jembatan rasa menuju mereka yang kurang beruntung.

 * Solidaritas: Menahan diri mengajarkan kita bahwa rasa lapar itu nyata. Ini mengubah simpati (sekadar kasihan) menjadi empati (merasakan penderitaan orang lain).

 * Syukur: Kita tersadar bahwa nikmat seteguk air putih adalah kemewahan yang sering kita lupakan.

3. Menjernihkan Ruhani dan Jasmani

Menahan diri memberikan waktu istirahat bagi mesin tubuh dan kejernihan bagi jiwa.

 * Kesehatan: Secara medis, jeda makan memberikan kesempatan bagi sel tubuh untuk melakukan regenerasi (autofagi).

 * Koneksi Spiritual: Ketika perut kosong dan gangguan duniawi dikurangi, “suara” spiritual akan terdengar lebih nyaring. Kita menjadi lebih fokus dalam beribadah dan taqarrub kepadaNya.

4. Meraih Hakikat Takwa

Tujuan akhir dari menahan diri adalah menjadi pribadi yang bertakwa. Takwa adalah kehati-hatian dan kesungguhan diri saat memilih perbuatan karena merasa diawasi oleh Rabb Maha Pencipta.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. At-Thabrani)

Hadits di atas mengingatkan kita bahwa puasa sejati bukan soal memindahkan jam makan, tapi soal transformasi kualitas hidup melalui menahan diri menuju pengendalian total dalam Kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top