
Oleh: Am Nasrulloh
Iman adalah “mesin” utama dalam beribadah, sehingga persiapannya harus lebih mendalam daripada sekadar fisik. Terlebih Iman itu fluktuatif, bisa naik dan turun sehingga kita perlu melakukan sinkronisasi ulang sebelum beribadah, termasuk sebelum memasuki Ramadhan.
Manajemen Iman menyambut Ramadhan adalah keniscayaan. Salah satunya meng-kurasi Iman dengan menata orientasi menuju ramadhan.
1. Ilmu Sebelum Amal (The Mindset)
Iman tumbuh di atas ilmu. Persiapan iman dimulai dengan mempelajari kembali Fadhilah (keutamaan) Ramadhan. Harapannya hadir ibadah yang didasari rasa rindu dan harap untuk mendapatkan RidhoNya. Yang utama adalah adanya dasar Iman dan Ihtisab saat menjalankan amal Ramadhan.
2. Detoksifikasi Hati (Mental Cleansing)
Iman sulit masuk ke hati yang penuh “kekotoran” emosi dan kemaksiatan. Maka mari bermuhasabah: Duduk tenang bermunajat, akui kesalahan di hadapan Allah, dan berjanji meninggalkan maksiat yang masih sering dilakukan.Keluarkan Penyakit Hati: Buang rasa iri, sombong, dan dendam agar hati menjadi “wadah” yang bersih untuk limpahan pahala kebaikan.
3. Membangun Koneksi (The Muroqobah Connection)
Meningkatkan iman berarti mempererat hubungan dengan Allah sebelum “peperangan” dimulai. Biasakan dialog dalam doa. Tak hanya meminta, tapi mulailah curhat kepada Allah tentang kelemahan diri, tantangan hati, serta meminta kekuatan untuk istiqamah. Jadikan zikir sebagai cara untuk menjaga kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi (Muraqabah).
4. Latihan Ketahanan (Spiritual Endurance)
Iman butuh pembuktian melalui amal konsisten, walaupun kecil.
– One Day One Juz / Page: Tidak menunggu Ramadhan untuk menyentuh Mushaf. Mari mulai sekarang agar iman “akrab” dengan kalamullah.
– Sedekah rahasia: Lakukan kebaikan yang tidak diketahui siapa pun untuk melatih keikhlasan, karena inilah inti dari keimanan.
Selamat Menyambut Ramadhan…
“Iman itu seperti tanaman. Ramadhan adalah musim hujannya. Namun, tanpa tanah yang gembur (hati yang siap) dan benih yang baik (niat), hujan selebat apa pun tidak akan menumbuhkan apa-apa.”

