
Oleh: Am Nasrulloh
Dunia Sedang “Panas-Dingin”:
Katanya Isu Perang Dunia 3 sedang membara.
Mungkin beberapa kita cukup cemas saat scrolling berita hari ini. Judul berita cukup mencekam: “Perang AS-Israel VS Iran, Meledak”, “Ambang Perang Dunia III”, hingga “Ancaman Nuklir di Depan Mata”.
Wajar jika jantung berdegup kencang, saat kita melihat 3 negara saling angkat senjata.
Namun, bagi kita yang memiliki “Akses Langit”, ada sudut pandang lain yang membuat napas kembali teratur.
1. Siapa yang Sebenarnya Memegang Kendali?
Dalam catur politik dunia, kita sering melihat pemimpin negara adikuasa sebagai pemain utama. Mereka punya tombol rudal, armada kapal induk, dan satelit mata-mata. Tapi mari kita jujur: Sejak kapan makhluk bisa bergerak tanpa izin Sang Pencipta?
Ingatlah istilah Al-Malik (Maha Raja). Jika Allah belum mengizinkan sebuah peluru melesat, maka seribu perintah jenderal pun tidak akan bisa meledakkannya. Ketakutan kita seringkali muncul karena kita terlalu fokus pada “siapa yang menyerang”, tapi lupa pada “Siapa yang Melindungi”. Kita fokus kepada anak catur yang sedang bermain, sampai-sampai lupa pemilik dari papan caturnya.
2. Pastikan apa yang dicari
Kita mencari kepastian di kolom komentar netizen (yang sama-sama cemas) atau dibalik update berita online setiap detik.
Padahal, “kunci” ketenangan itu ada di tempat yang sering kita abaikan karena tampak “gelap” atau sunyi: Sajadah dan doa dalam sujud. Di sanalah perlindungan sejati berada. Disanalah posisi terdekat dengan pemilik alam semesta.
3. Dekati “Backing-an” Langit
Dunia bisa saja membangun bunker beton sedalam ratusan meter untuk bersembunyi dari bom. Tapi bagi orang beriman, bunker kita adalah kalimat:
“Hasbunallahu wa ni’mal wakil”
(Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).
Ini bukan sekadar mantra penenang, ini adalah pernyataan sikap. Bahwa sekuat apa pun daya hancur senjata manusia, mereka tetaplah lemah di hadapan pemilik alam semesta. Jika kita punya “backing” di level langit, untuk apa takut pada ancaman di bumi?
—–
Apa yang Harus Kita Lakukan Sekarang? Daripada menghabiskan energi untuk khawatir tentang dunia, lebih baik gunakan energi itu untuk:
– Memperbaiki hubungan dengan Allah: Jika ajal menjemput (baik karena perang atau karena sebab apapun), pastikan kita dalam kondisi terbaik.
– Perbanyak Doa untuk Umat: Mintalah kedamaian dan perlindungan bagi kaum lemah di mana pun berada. Yang utama, selalu saling doakan: semoga kita selalu dilindungi dari semua bahaya, serta semoga kita bisa husnul khatimah.
—–
Saudaraku, dunia boleh saja berisik dengan deru mesin perang, tapi hati kita harus tetap tenang dengan iman dan keyakinan perlindunganNya.

