Oleh: HGY Rezeki bukan hanya harta berlimpah ruah. Serasa milik sendiri dan merasa permanen tak lekang oleh waktu. Sehat lahir batin dan ketenangan jiwa raga merupakan rezeki yang sang penguasa semesta titipkan. Ketika memandang rezeki sebagai titipan, maka sikap serakah, eksploitasi berlebihan, immortal dan pengabaian terhadap makhluk lain mengingatkan bahwa semua hanya sesuatu yang hanya […]
Menjadi Perempuan di Tengah Standar yang Bertabrakan
Oleh: Lisa Kustina Menjadi perempuan sering kali terasa seperti berjalan di lorong sempit tanpa pintu keluar. Apa pun pilihan yang diambil, selalu ada penilaian, kritik, bahkan penghakiman. Ketika seorang perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga, ia kerap dicap tidak berprestasi, tidak mandiri, atau sekadar “di rumah saja”. Namun, saat ia mengejar pendidikan, karier, atau prestasi […]
Agama yang Seharusnya Menenangkan, Bukan Menakutkan
Oleh: Lisa Kustina Di ruang publik, kesalehan sering dimaknai sebagai tanda kemuliaan akhlak. Rajin beribadah, fasih mengutip ayat dan hadis, serta tegas berbicara tentang hukum agama kerap dianggap cukup untuk menjamin kebaikan seseorang, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa kesalehan yang tampak di luar tidak selalu berbanding lurus dengan keadilan dan […]
Ketika Poligami Menjadi Alat, Bukan Amanah
Oleh: Lisa Kustina Dalam beberapa waktu terakhir, perbincangan tentang poligami kembali mengemuka di ruang publik. Sebuah kasus yang viral memperlihatkan bahwa poligami tidak lagi dipersoalkan semata dari sisi hukum agama, tetapi juga dari segi etika, keadilan, dan relasi dalam keluarga. Beragam reaksi masyarakat menunjukkan bahwa isu ini bukan hanya urusan privat, melainkan persoalan sosial yang […]
BERHALA CITA-CITA
Oleh: AM. Nasrulloh Cita-cita atau harapan adalah ciri sejati kita masih diberi kesempatan menjalani kehidupan. Bisa menjadi arah, bahkan energi untuk berjuang. Namun, apakah cita-cita kita esensial dan hakiki? Itulah pertaruhan bagaimana hidup akan menemui tujuannya. Sehingga waspada jika masih ada berhala atas cita-cita. Saat tak menuju Allah, atau justru menuju selainNya. Karena Allah telah […]
Ketika Relasi Kehilangan Ruang Aman bagi Perempuan
Oleh: Lisa Kustina Tidak semua luka dalam rumah tangga meninggalkan bekas yang terlihat. Ada luka yang tidak memar dan tidak berdarah, tetapi perlahan menggerogoti kepercayaan diri, kewarasan dan rasa aman seseorang. Luka itu kerap dialami perempuan yang hidup bersama pasangan dengan pola perilaku manipulatif, haus validasi dan selalu merasa benar tanpa pernah mau mengakui kesalahan. […]
EMPATI KEMANUSIAAN
Oleh: AM. Nasrulloh Suatu hari seorang guru tiba-tiba menghukum salah satu siswanya didalam kelas menyuruh berdiri dengan satu kaki diangkat selama 5 menit. Teman-temannya merasa kaget namun hanya diam menatap dengan iba. Sang guru kemudian bertanya kepada semua siswa. “Apa yang kalian lihat saat ini?” Semua diam. Lalu guru pun bertanya lagi “apakah ini […]
Mengapa Dalam Rumah Tangga, Istri Sering Harus Mengalah?
Oleh: Lisa Kustina Pelaku kesalahan kerap diposisikan sebagai korban, sementara korban justru dibebani tanggung jawab atas peristiwa yang tidak ia lakukan. Fenomena ini paling sering terlihat dalam pembicaraan publik tentang rumah tangga, terutama ketika konflik melibatkan suami dan istri. Alih-alih membedah persoalan secara adil dan berimbang, narasi dibangun bukan untuk memahami, melainkan untuk menghakimi. Dan […]
Porsi Waktu
Oleh: HGY Kehidupan sering kali diibaratkan sebagai sebuah paradoks dalam hal pembagian waktu. Manajemen waktu dalam kehidupan manusia bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sebuah seni mengatur modal hidup yang paling berharga dan tidak dapat diperbarui Waktu kecil, ada waktu dan tenaga tapi tak ada uang. Karunia energi melimpah dan waktu lapang mengeksplorasi dunia Sayangnya, sumber […]
EROSI KOMITMEN
Oleh: Am.nasrulloh Erosi komitmen sepertinya menjadi isu besar akhir zaman. Lemahnya penjagaan pada janji, ingkar pada kesepakatan, hingga pengkhianatan dalam kehidupan bersama (termasuk pernikahan). *Akar Permasalahan* ——— Salah satu sebabnya adalah hilangnya kesediaan untuk berjuang, berkorban, dan bertahan. Sehingga membuka pintu bagi konflik, pengkhianatan, perselingkuhan, bahkan perceraian. Untuk membalikkan tren ini, fokus harus dialihkan kepada pembentukan […]

